12.000 Rumah Murah di Jawa Timur

Posted by Admin, 13 July 2020
Surabaya - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia wilayah Jawa Timur berencana membangun sedikitnya 12 ribu unit rumah sederhana tapak (RST) sepanjang tahun 2013. Sekretaris DPD Apersi Jawa Timur, Tri Harsono, mengatakan jumlah itu naik ketimbang realisasi pembangunan RST pada 2012 yang mencapai 6 ribu unit. Kenaikan sebanyak 2 kali lipat itu, katanya, dipengaruhi oleh kebijakan Kementerian Perumahan Rakyat yang mengijinkan kembali pengembang membangun unit rumah di bawah tipe 36. �Target 2012 sebetulnya 8 ribu unit RST. Tapi terkendala aturan dari pemerintah pusat, hanya terealisasi 6 ribu unit,� katanya kepada Tempo, Selasa 12 Februari 2013. Tri menjelaskan, 12 ribu unit RST di Jawa Timur mendapat subsidi pemerintah lewat program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Pihaknya memastikan bahwa 340 pengembang yang tergabung dalam Apersi Jatim, segera mengerjakan proyek 12 ribu unit RST bagi kelompok masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 2,5 juta per bulan tersebut. Kini, harga RST tipe 36 dibanderol sebesar Rp 88 juta. Tri mengakui, di lapangan harga RST tipe 36 justru di atas Rp 88 juta. Ia berdalih, kenaikan harga ini seiring dengan kualitas unit rumah yang dibangun oleh pengembang. Kendati harga di atas Rp 88 juta, Apersi menjamin pembeli rumah tipe 36 ke bawah tetap mendapat subsidi lewat FLPP. �Kalau uang mukanya maksimal Rp 80 juta, tetap dapat subsidi. Tapi yang di atas Rp 80 juta enggak dapat FLPP,� ucap Tri. Disinggung peluang bisnis perumahan berkonsep cluster pada 2013, ia melihat memiliki prospek bagus. Konsep cluster, kata Tri, lebih banyak dikembangkan di wilayah perkotaan untuk menyiasati keterbatasan lahan. Perumahan cluster ini menyasar masyarakat berpenghasilan di atas Rp 5 juta ke atas, menawarkan kenyamanan, keamanan dan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi di perkotaan. Di Jatim, kota yang banyak bermunculan perumahan cluster adalah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Jember, Madiun dan Probolinggo. �Lebih aman. Sayangnya, warga perumahan berkonsep cluster sosialisasinya rendah dan cenderung individualis,� ia menganalisis. Ketua DPD Apersi Jatim, Nur Hadi, menuturkan bisnis perumahan di segala segmen pada 2013 masih menjanjikan. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang positif didukung stabilitas BI rate berdampak pada kemampuan masyarakat untuk membeli unit rumah. Saat ini, katanya, bank berlomba-lomba bermain di pembiayaan KPR ketimbang pembiayaan konsumsi lainnya. Meski berharga mahal di atas Rp 250 juta per unit, ia yakin bisnis perumahan berkonsep cluster tak luput dari momen positif tahun ini. �Praktis hanya Bank Indonesia saja yang tidak menyalurkan kredit perumahan. Artinya, bank melirik pembiayaan KPR sangat menjanjikan,� kata Nur Hadi. DIANANTA P. SUMEDI




BERKAT LAND

Pakuwon Indah, Waterplace B-01, Surabaya

0812 3003 6668 (SMS/WA/LINE)

marketing@berkatland.com